Meninggalkan Kekufuran, dan Dia Masuk Surga Tanpa Pernah Bersujud kepada Allah

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah mengajukan pertanyaan: Tolong kabarkan tentang seseorang yang masu surga tanpa pernah shalat sekalipun? Dan pertanyaan itupun dijawab sendiri: “Dia adalah Amr bin Tsabit.”

Ibnu Ishaq menuturkan bahwa Hushain bin Muhammad berkata: Aku bertanya kepada Mahmud bin Lubeid, “Bagaimana kisahnya?” Ia pun bercerita: Mulanya dia menolak Islam, tapi ketika perang Uhud meledak, Amr bin Tsabit mengambil pedang, lalu mendatangi kaumnya, masuk menerobos ke tengah-tengah pasukan kaum Muslimin, dan turut bertempur sampai mengalami luka.

Ketika orang-orang yang satu suku dengannya menjumpainya di medan laga pertempuran, mereka bertanya: “Misi apa yang engkau bawa? Lantaran kasihan pada kaummu atau cinta pada Islam?” Dia menjawab: “Bukan itu, tapi didorong oleh cinta pada Islam, hingga aku berperang bersama Rasulullah sampai aku terluka sebagaimana yang sudah kualami.” Komentar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Sesungguhnya ia (Amr bin Tsabit) termasuk ahli surga.” Dan dalam suatu riwayat: “Lantas dia meninggal dan masuk surga tanpa shalat sekalipun.” [1]

Dalam redaksi lain termaktub: Dari az-Zuhri dan ‘Urwah, keduanya menuturkan bahwa ada seorang budak Habsyi yang lebih hitam dari penduduk Khaibar yang sedang menggembalakan kambing milik tuannya. Tatkala melihat penduduk Khaibar telah memanggul senjata, dia pun bertanya: “Mau apa kalian?” Mereka menjawab: “Kami hendak memerangi orang yang mengaku dirinya sebagai nabi.” Disebut kata ‘Nabi’, maka terbetik dalam ingatannya akan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu ia menghadap baginda shallallahu ‘alaihi wasallam langsung dengan kambing gembalaannya, seraya bertanya: “Apa yang kau dakwahkan?” Jawab Nabi: “Saya mengajak engkau kepada Islam, kepada penyaksian bahwa tiada ilah kecuali Allah, aku adalah Rasul (utusan) Allah, dan hanya Allah yang kau sembah.” Budak itu lantas bertanya: “Jika aku bersaksi demikian dan beriman kepada Allah, apa yang akan kuperoleh?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kalau engkau mati dalam keadaan demikian, maka surga balasannya.” Kemudian budak itu memeluk Islam, dan kembali berucap: “Wahai Nabi Allah, saya punya amanat terhadap kambing ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menanggapinya: “Keluarkanlah kambing itu dari pasukan kami, dan lempari dengan kerikil, niscaya Allah akan menyampaikan amanatmu terhadap kambing itu.” Budak itu menunaikan saran Nabi, lalu kambing pulang kepada tuannya, dan tuannya yang Yahudi itu pun tahu perihal budaknya yang telah masuk Islam.

Rasulullah juga menuturkan bahwa orang itu kemudian memberikan nasihat pada manusia. Selain itu, hadits juga menceritakan perihal pemberian bendera perang kepada Ali, sehingga pasukan Muslim mendekati benteng orang-orang Yahudi, dan budak hitam itu pun terbunuh dalam pertempuran yang dipimpin Ali bin Abu Thalib. Kemudian kaum Muslimin membopong mayat lelaki ini ke barak mereka, dan memasukkannya ke dalam kemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melongoknya, seraya melayangkan pandangan kepada para sahabat, dan bersabda: “Allah telah memuliakan budak ini dan menggiringnya menuju kebaikan. Islam telah terhunjam di hatinya dengan kokoh. Dan kulihat di samping kepalanya ada dua bidadari.”

Al-Hafizh Baihaqi juga meriwayatkan kisah ini dengan sanad yang didapat dari Jabir bin Abdullah, yang berucap: “Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam pertempuran Khaibar. Lalu keluarlah detasemen, dan mereka melibatkan orang yang disertai pula kambing gembalaannya. Riwayat yang sama-sama menyebutkan kisah budak yang hitam itu, dan di dalamnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dia terbunuh sebagai syahid dan tidak pernah sujud kepada Allah sekalipun.”

Catatan kaki:

[1] Lihat Fathul-Baari bi Syarhi Shahiihil-Bukhaari (VI/25), kitab Jihaad. Sementara al-Hafizh Ibnu Hajar berpendapat bahwa sanad hadits ini shahih.

Sumber: Sorga di Dunia karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi (penerjemah: Abu Sumayyah Syahiidah), penerbit: Pustaka Al -Kautsar, cet. Kedua, Mei 2000, hal. 89-92.

One thought on “Meninggalkan Kekufuran, dan Dia Masuk Surga Tanpa Pernah Bersujud kepada Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s